Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Wednesday, November 18, 2009

[almost fiction] Tanjung Tinggi

Silahkan ambil ruang itu
Tempat yang kalian sebut dermaga
Atau pantai di utara Jakarta
Dimana semesta kita semua bertubrukan

Tuhan pun telah menggariskan ku menemukan tempat ini
Ketenangan, keluasan, kebersahajaan dan keramahan ini
Bahwa disini ku turut bisa berlabuh
Mencintai kembali pertemuan tanah dan air yang selalu mega

Tanjung Tinggi menjadi bagian dari semesta mulai pagi ini
Mengisi ruang yang berantakan
Mengganti sesak menjadi lapang
Warna, bunyi, harum yang mendamaikan



18 Oktober 2009
Tanjung Tinggi, Belitung

Sunday, November 8, 2009

Souvenir from Semarang

I went to Semarang, the capitol city of West Java last month for work purpose. It was my first work trip apparently, hehhe..
It was indeed fun and had a different kind of feeling traveling alone (an activity that i used to do often when i was an exchange student). Anyway, i visited one of the most famous block in Semarang namely Pandanaran. It's actually a street where you can find all kinds of typical souvenirs from Semarang. However, i did not expect to find such a unique shop like this one among the competition of bandeng presto shops and wingko babat stalls.
It's an old building of an exquisite and antique but still sophisticated drugstore.



Its name is Apotek Sputnik. This drugstore is the first drugstore in Semarang. See the interiors and you'll know why it stands out as one of the diamond of this old trading city.







Aaaaah.. what a nice coincidence treasuring it :)

Tuesday, March 10, 2009

laporan pajak tahunan

tik...tok..tik..tok..tik.tok.tik.tok.tiktoktiktoktiktok


dikejar atau mengejar waktu ?

Saturday, February 14, 2009

tumpal

Kata mama, kalo di Jawa orang pakai tumpal di depan. Kalo di Sumatra tumpal dipakai di belakang.
ooooo....

Sunday, August 17, 2008

MERDEKA !!!

Below is a part of President Soekarno's speech on the Independence Day 17 August 1966.
…Makin kita bertambah dewasa, makin besar, dan makin beratlah tugas-tugas dan tanggungan-tanggungan yang kita pikul di pundak kita.

Karena itu, maka pagi-pagi kita harus memperbesar dan memperdalam rasa tanggung jawab kita, baik sebagai manusia maupun sebagai bangsa.

Tanggung jawab kepada siapa ? Sudah tentu tanggung jawab terhadap kepada bangsa kita sendiri. Tetapi juga tanggung jawab terhadap kepada kemanusiaan. Dan tanggung jawab terhadap kepada Allah Robbulalamin.

Maka justru karena tanggung jawab itulah kita harus bekerja terus dan berjuang terus. Berjuang terus, kalau perlu mati-matian, ya berjuang terus—ever onward, never retreat (Maju terus pantang mundur).

Pada tiap-tiap 17 Agustus saya kembali berhadapan muka dengan Saudara-saudara yang berada di Jakarta ini.

Dan melalui corong radio saya juga berhadapan suara dengan sekalian Saudara di seluruh tanah air dan di luar tanah air. Berhadapan suara dengan rakyat di Jawa Barat, rakyat Jawa Tengah, rakyat Jawa Timur, rakyat Bali, rakyat Kalimantan, rakyat Sulawesi, rakyat Maluku, rakyat Sumatra, rakyat Irian, dan lain-lain. Berhadapan suara dengan semua buruh dan tani, semua prajurit-prajurit daripada angkatan bersenjata, arek-arekku yang memanggul bedil. Berhadapan suara dengan semua Putera Revolusi! Berhadapan suara dengan seluruh rakyat Indonesia antara Sabang dan Merauke, dan rakyat Indonesia di perantauan! Dan saya yakin bahwa saya bukan berhadapan suara saja. Lebih daripada itu. Saya juga berhadapan semangat dengan Saudara-saudara, terlebih-lebih dengan Saudara-saudara yang benar-benar revolusioner, de echte revolutionnairen, yang benar-benar progresif revolusioner dan bukan retrogresif revolusioner. Dan karena berhadapan semangat, maka kita mencapai persatuan semangat, persatuan batin, persatuan rasa, persatuan kesadaran, persatuan tekad.

Untuk apa ? Untuk mengabdi kepada kemerdekaan, untuk mengabdi kepada tanah air dan bangsa dan negara! ...

Quoted from "Revolusi Belum Selesai: Kumpulan Pidato Presiden Soekarno 30 September 1965-Pelengkap Nawaksara" [p.519-520]
Let's reflect.. Do we have that strong passion ? just at least as strong as our ancestors had during 17 August 1966.
If we do already have the passion, do we breath it ? do we live it ? and moreover, do we share this passion ?
Some of us do, some of us will... Ever onward, Never retreat! Merdeka !

Saturday, July 5, 2008

Souvenirs from Nord Sumatra 2008: The Fruit Market of Brastagi


Brastagi.
What comes first into your mind ?

Definitely this exotic fruit: Markisa

Brastagi.
an old city outside Medan, has been famous since the colonial time to be the place of leisure due to its cool weather.
an old city that still survives with its simplicity, its freshness, its fertility, its breeze, its wind, its tranquility yet its pride.
Under the blue tent covering the fruit market, a place where the city beats, we can breath them all....







through generations, the Brastagians pass the charm of their city..









and Brastagi will still be Brastagi, with its Markisa, with its breeze of hardship and tranquility.

Thursday, May 22, 2008

Sunday, May 18, 2008

Sambel Hijau Restoran Padang

ini teori gue:
1. sambel hijau di restoran padang itu merupakan salah satu inovasi terbaik dalam kultur kuliner Indonesia
2. sambel hijau makanan padang itu ngga akan pernah ngancurin rasa dari masakan padang apapun, tapi justru dia akan menguatkan rasa makanan yang dimakan bersamanya...

selamat membuktikan :)
si Rani adek gue udah addict tuh sekarang karena terngiang-ngiang teori gue hahhahaha

Friday, May 2, 2008

National Education Day

Yep ! It's today.
i'm overwhelmed with all those reflections and evaluation the public, the government, the press made today. Too many disfunctionalities, too many incapabilities, too many distortions, here and there and everywhere in our beloved nation...
at least, i know i would be the one who worsens this whole problematic education system if i, one of those lucky enough enjoying 18millions rupiah subsidy per month, don't seize the whole benefit of studying in the best economics school in Indonesia...
it's at the cost of the whole society that we get this whole sophisticated education facilities especially we in University of Indonesia receive, and it should be more than individual benefit but also more positive externalities that the society should regain after...